Layanan Pengobatan dengan TERAPI LINTAH

23 Apr 2011

Terapi Lintah Untuk Penyembuhan Penyakit

iklan2

Dunia kesehatan semakin berkembang pesat dan meluas, ada beberapa metodemetode yang dinilai masuk akal hingga yang tidak bisa diterima akal sama sekali, mulai dengan terapi lebah, akupuntur dan lain sebagainya. Kini ada jenis pengobatan yang bisa dikatakan unik yaitu terapi lintah.

Lintah, makhluk yang dianggap menjijikan bagi beberapa orang ternyata kini dijadikan sebagai salah satu alat terapi kesehatan, lintah yang biasa kita hindari karena bisa menghisap darah justru kita dikembangkan sebagai salah satu alat kesehatan, ternyata lintah mempunyai khasiat yang sangat berarti untuk mengobati penyakit seperti diabetes, jantung, migrain, saraf terjepit, sinusitis, cedera otot dan penyakit darah kotor.

Lintah yang dipergunakan untuk terapi ini adalah lintah jenis Medicinalis yang berasal dari hutan atau sungai di daerah Aceh, karena di daerah tersebut lintah ini masih steril. Terapi ini prosesnya adalah dengan menempelkan 2 lintah di titik-titik yang menjadi pusat penyakit tersebut selama setengah sampai satu jam, lalu lintah tersebut dilepas.

Pada saat lintah tersebut ditempelkan, maka lintah akan mengeluarkan lendir yang berguna untuk meregenerasi saraf, mengeluarkan darah kotor dan menyembuhkan penyakit, dalam hal ini tidak ada minyak lintah karena 99% tubuh lintah terdiri dari air atau lendir.

Biasanya selama pengobatan ini pasien akan diberikan obat-obatan dengan bahan herbal sesuai dengan penyakit yang dialami oleh pasien.

Mungkin ini bisa menjadi slah satu solusi bagi penyakit Anda

Terapi lintah untuk diabetes dan penyakit kronislainnya

Fuss

Image via Wikipedia

Diabetes Mellitus sulit dikenali gejalanya sehingga banyak penderita yang baru berobat setelah mengalami komplikasi penyakit yang parah. Karena itu penanganannya perlu dilakukan pada upaya intervensi dini untuk mencegah progressivitas penyakit sebelum menjadi Diabetes Mellitus tipe dua.

Setiap tahun lebih dari tiga juta orang di seluruh dunia meninggal sebagai akibat dari komplikasi Diabetes Mellitus atau dengan kata lain terjadi satu kematian setiap tiga detik. Diet serta olahraga yang teratur dapat mengurani secara drastis kemungkinan seseorang dengan toleransi glukosa terganggu karena diabetes.

Orang-orang dengan pra-diabetes dapat berkembang menjadi Diabetes Mellitus tipe dua dalam waktu sepuluh tahun, kecuali mereka dapat mengurangi tujuh persen berat badan melalui modifikasi gaya hidup intensif.

Pra-diabetes merupakan kondisi dimana kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tetapi tidak cukup tinggi untuk diagnosa sebagai diabetes. Ciri-cirinya ada gangguan kadar gula darah yang diukur dengan adanya toleransi gula darah terganggu (TGT) atau gula darah puasa terganggu (GDPT).

Therapy efektif bisa dilakukan dengan lintah, untuk mengobati Diabetes Mellitus (kering) lintah-lintah tersebut ditempelkan pada bagian yang baal, mati rasa, kesemutan, kaku, sakit disekitar kaki maupun tangan. Gangguan seperti sering buang air kecil pada malam hari, tidak bisa buang air besar setiap hari, perut kembung dan gangguan disfungsi ereksi bisa disembuhkan dengan Therapy Lintah & Herbal yang teratur.

Diabetes Mellitus (basah) radang, bengkak, luka yang tidak bisa sembuh, busuk, sudah mati rasa disekitar lubang luka, tanpa perlu diamputasi dengan therapy lintah dan ramuan herbal, Diabetes Mellitus (basah) bisa disembuhkan secara total.

Terapi alternatif dengan Lintah (Hirudo Medicinalis) telah digunakan sejak abad ke 18, namun sejak berkembangnya dunia medis kedokteran di abad 19, perlahan terapi lintah mulai dilupakan orang.

Terapi ini kembali digunakan pada awal 1990 dimana dalam sebuah riset medis dengan Terapi lintah berhasil membuktikan bahwa terapi ini dapat menyembuhkan Tumor tanpa kemoterapi dan pembedahan.

Riset yang dilakukan di Eropa juga membuktikan bahwa terapi lintah yang dilakukan dengan pengobatan medis (obat2an) atau Herbal dapat meningkatkan efektifitas obat.

Hingga saat ini tidak ditemukan adanya efek samping sebagai akibat terapi hirudo medicinalis.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post